Market Equilibrium

Lesson 3 - Economics with R

Author

Irfan Tri Raharjo

Keseimbangan Pasar

Kita sudah tahu gimana pasar mencari “titik damai”. Sekarang, kita akan bahas: Apa yang bikin kedamaian itu terganggu?

Memahami Keseimbangan Pasar

Keseimbangan pasar adalah saat:

\[\text{Permintaan} = \text{Penawaran}\]

• Di titik ini, harga sudah pas (Market-Clearing Price).

• Tidak ada kelebihan stok (surplus) atau kekurangan stok (shortage).

Pasar stabil.

Mencari Titik Keseimbangan

# Tentukan dulu Fungsi Permintaan & Penawaran
demand_function <- function(P) {
  return(100 - 2*P)
}

supply_function <- function(P) {
  return(-10 + 3*P)
}

# Tentukan Harga Keseimbangan (prinsip, Qd = Qs)
# 100 - 2P = -10 + 3P
# 110 = 5P
equilibrium_price <- 110 / 5
equilibrium_quantity <- demand_function(equilibrium_price)

print(paste("Equilibrium Price: $", equilibrium_price))
[1] "Equilibrium Price: $ 22"
print(paste("Equilibrium Quantity:", equilibrium_quantity, "units"))
[1] "Equilibrium Quantity: 56 units"

Pergeseran Kurva Permintaan dan Penawaran

Harga bisa berubah mendadak bukan cuma karena penjual iseng, tapi karena ada faktor besar lain yang menggeser seluruh kurva Permintaan atau Penawaran.

Ini kayak ada gempa yang mengubah seluruh peta pasar, menghasilkan titik keseimbangan (harga) yang baru.

Faktor Penggeser Permintaan (Demand Shifters):

Ini adalah hal-hal yang membuat kamu (sebagai pembeli) tiba-tiba jadi lebih atau kurang pengen suatu barang, tanpa peduli harganya:

• Pendapatan: Gajian! (Permintaan naik).

• Tren/Selera: Makanan itu lagi hype di TikTok.

• Harga Barang Terkait: Harga teh naik, jadi kamu beralih minum kopi.

• Ekspektasi: Kamu dengar harga BBM besok naik, jadi kamu beli sekarang.

Faktor Penggeser Penawaran (Supply Shifters):

Ini adalah hal-hal yang membuat produsen tiba-tiba jadi lebih atau kurang mampu/mau menjual:

• Harga Bahan Baku: Harga biji kopi naik drastis (Penawaran turun).

• Teknologi: Mesin baru yang bikin produksi lebih cepat (Penawaran naik).

• Ekspektasi: Produsen yakin harga akan naik bulan depan, jadi stok ditahan.

• Kebijakan Pemerintah: Pajak atau subsidi baru.

Simulasi

# Pergeseran Permintaan
price <- seq(0, 50, by = 2)
demand_original <- 100 - 2 * price
demand_shifted <- 120 - 2 * price  # Peningkatan Permintaan
supply <- -10 + 3 * price

# Bikin data frame untuk Visualisasi
shift_data <- data.frame(
  Price = price,
  Original_Demand = demand_original,
  Shifted_Demand = demand_shifted,
  Supply = supply
)

# Hitung Harga Keseimbangan Baru
new_equilibrium_price <- (120 + 10) / (2 + 3)
new_equilibrium_quantity <- -10 + 3 * new_equilibrium_price

print(paste("Original Equilibrium Price: $22"))
[1] "Original Equilibrium Price: $22"
print(paste("New Equilibrium Price: $", new_equilibrium_price))
[1] "New Equilibrium Price: $ 26"

Pada lesson ini, kita telah mempelajari bagaimana interaksi antara permintaan dan penawaran menentukan keseimbangan pasar yang baru. Konsep market equilibrium ini dapat kita gunakan untuk menganalisis pasar, termasuk dampak kebijakan, perubahan teknologi, dan intervensi pemerintah.

Note

Mengapa pasar tidak selalu berada pada titik keseimbangan? Kondisi apa yang menyebabkan atau memperlambat proses penyesuaian harga?